INFO BFI FINANCE
Butuh Dana Dengan Hanya Menjaminkan BPKB Anda Uang Langsung Cair!!! Call : 085 399 064 915

03/11/11

Makalah Enzim

Enzim adalah suatu protein maka kenaikan suhu dapat menyebabkan terjadinya proses denaturasi, sehingga bagian aktif enzim akan terganggu dan dengan demikian konsentrasi efektif enzim menjadi berkurang dan kecepatan reaksinya akan menurun. 

Suatu bagian yang sangat kecil dari suatu molekul besar adalah protein enzim yang berperan mengkatalisis suatu reaksi. Bagian kecil ini disebut bagian aktif (active site) enzim. Aktifitas katalik enzim juga ditentukan oleh struktur tiga dimensi molekul enzim tersebut.  

Suatu molekul substrat berkaitan dengan bagian aktif enzim melalui suatu mekanisme khusus dan selektif dalam hubungan yang disebut Lock and Key. Sebagai contoh adalah enzim Aspartase, termasuk enzim yang mempunyai kakhususan tinggi. Kerja enzim ini dipengaruhi oleh beberapa factor seperti:  
  1. Temperatur 
  2. pH  
  3. Inhibitor
Pada percobaan ini diamati  perubahan suhu terhadap keaktifan suatu enzim, dimana yang digunakan adalah
enzim amylase yang berasal dari saliva. 

Dalam percobaan ini menggunkan saliva karena didalam saliva banyak terdapat enzim-enzim yang dapat
bekerja didalam mulut kita. Saliva pada percobaan ini diencerkan terlebih dahulu karena hal iini bertujuan
agar dalam percobaan ini didapatkan energy yang bebas sehingga reaksi dapat berlangsung dengan spontan.

Fungsi larutan amilum yaitu sebagai substrat. Enzim yang terdapat pada saliva adalah enzim amylase yang
dapat memecah ikatan 1-4 yang terdapat dalam amilum dan dapat memecah bagian dalam atau bagian
tengah molekul amilum.

TUNJAUAN PUSTAKA
A.   Teori Umum 
Pada percobaan kali ini enzim yang digunakan adalah saliva didalam saliva banyak mengandung enzim
amilase  yang mana enzim amilase ini dapat memecah ikatan 1-4 yang terdapat dalam amilum dan dapat
memecah bagian dalam atau tengah molekul amilum. (Poedjiadi, 1994) 
Enzim dibagi dalam 6 golongan besar yang didasarkan atas reaksi kimia dimana enzim memegang peranan.
Enam golongan tersebut adalah: (Poedjiadi, 1994)
a.    Oksidoreduktase
Enzim yang termasuk dalam golongan ini dapat dibagi dalam dua bagian yaitu dehidrogenase dan oksidase. Dehidrogenase bekerja pada rekasi-reaksi dehidrogenase yaitu reaksi pengambilan atom atom hydrogen dari suatu senyawa (donor), hydrogen yang dilepas diterima oleh senyawa lain (akseptor). Oksidase juga bekerja sebagai katalis pada reaksi pengambilan hydrogen dari suatu substrat, dalam reaksi ini yang bertindak selaku aseptor hydrogen adalah oksigen. Contoh dasri dehidrogenase yaitu xantin oksidase, amino oksidase, dan glisin oksidase.
b.    Transferase
Enzim yang termasuk golongan ini bekerja sebagai katalis pada rekasi ,pemindahan suatu gugus dari suatu senyawakepada senyawa lain, misalnya metiltransferase, karboksil transferse, dan amino transferase.
c.    Hidrolase
Enzim yang termasuk dalam kelompok ini bekerja sebagai katalis pada rekasi hidrolisis. Aada tiga jenis hidrolase yaitu yang mencegah ikatan ester, mencegah glikosida dan yang mencegah ikatan peptide. Misalnya esterse, lipase, fosfatase, amilase, amino peptidase dan lain-lain.
d.    Liase
Enzim ini mempunyai peranan penting dalam reaksi pemisahan suatu gugus dariu suatu substrat atau sebaliknya. Misalnya dekarboksilase, aldolase, hidratase.
e.    Isomerase
Enzim ini bekerja pada rekasi perubahan intramolekuler, misalnya reaksi perubahan glukosa menjadi fruktosa dll.
f.     Ligase
Enzim ini bekerja pada reaksi penggabungan 2 molekul, oleh karenanya enzim-enzim tersebut juga dinamakan sintetase. Misalnya glutamine sintetase.
Faktor- factor yang mempengaruhi kerja enzim :( Thenawijaya, 1997)

1.    Konsentrasi enzim
Pada konsentrasi substrat tertentu, kecepatan reksi bertambah dengan bentambahnya konsentrasi enzim.
2.    Konsentrasi substrat
Bertambah besarnya konsentrasi substrat tidak menyebabkan bertamba besarnyakonsentrasi kompleks enzim substrat, sehingga jumlah hasil reaksinya tidak bertambah besar.
3.    Suhu
Reaksi yang menggunakan katalis enzim yang dapat dipengaruhi oleh suhu. Pada suhu rendah reaksi kimia berlansung lambat sedangkan pada suhu yang lebih tinggi reaksi berlangsung lebih cepat.
4.    Pengaruh pH
Perubahan pH lingkungan akan berpengaruh terhadap evektivitas bagian aktif enzim dalam bentuk kompleks enzim substrat pH rendah atau pH tinggi dapat pula menyebabkan terjadinya proses denaturasi dan dapat mengakibatkan menurunnya aktivitas enzim.
Susunan saliva (kelenjar ludah) yaitu:(Alwi, 2004)
1.    Air
2.    Glikoprotein yang dihasilkan sublingualis
3.    Enzim pencernaan yang disebut ptyalin yang hanya dapat bekerja dalam suasana asam.
Fungsi saliva(Alwi, 2004) 
  1. Fungsi mekanis yaitu mencampur ludah dengan makanan sehingga menjadi lunak setengah cair dan mudah ditelan. 
  2. Fungsi chemis yaitu enzim ptyalin mengubah hidratarang menjadi maltose, enzim maltose, enzim maltose menjadi glukosa. 
  3. Membasahi lidah, pipi, dan langit-langit (palatum) yang penting dalam proses berbicara. 
  4. Melarutkan makanan yang kering hingga dapat dirasakan misalnya gula dan garam. 
  5. Mencegah gigi menjadi karies, mengubah suasana asam yang ditimbulkan oleh bakteri pembusuk.